PASURUAN | SWARAKITA.COM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan menegaskan komitmennya dalam membangun komunikasi dan sinergi lintas sektor melalui kegiatan silaturahmi dan buka bersama yang digelar bersama insan pers dan organisasi masyarakat sipil, Selasa (17/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sebuah kafe di kawasan Pasuruan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan unsur legislatif, media, serta NGO dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan, forum tersebut juga dimanfaatkan untuk membahas berbagai isu penting yang berkembang di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan sekaligus anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Pasuruan, Mahfud Husairi, bersama jajaran pengurus partai, di antaranya Sekretaris Tatit Panji, Wakil Ketua Subara Cahyo, serta Wakil Sekretaris Tuji. Sejumlah jurnalis Pasuruan Raya dan perwakilan NGO turut meramaikan acara tersebut.
Diskusi yang berlangsung santai namun substansial itu mengangkat salah satu persoalan krusial, yakni adanya 1.793 anak di Kota Pasuruan yang tidak bersekolah maupun putus sekolah.
Ketua Aliansi Jurnalis Pasuruan, H. Sugeng Samiaji, menegaskan bahwa persoalan tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak karena berdampak langsung pada masa depan generasi.
“Ini persoalan mendasar yang tidak bisa ditunda. Dibutuhkan langkah konkret dan sinergi lintas sektor agar anak-anak tersebut bisa kembali mengakses pendidikan,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Mahfud Husairi menyampaikan bahwa Fraksi PDIP siap mengambil peran aktif melalui fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Kami memandang isu ini sebagai prioritas. Fraksi PDIP akan mendorong kebijakan yang lebih responsif dan memastikan ada langkah nyata dari pemerintah daerah dalam menuntaskan persoalan anak tidak sekolah,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan media juga menekankan pentingnya peran pers dalam mengawal isu-isu publik secara konsisten dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka bersama yang semakin memperkuat kebersamaan antar peserta. Momentum tersebut juga diisi dengan pembagian bingkisan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara legislatif, media, dan organisasi masyarakat sipil dapat terus terjalin secara konstruktif, tidak hanya dalam membangun komunikasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
Sinergi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan, khususnya di sektor pendidikan, demi mewujudkan Kota Pasuruan yang inklusif dan berkeadilan.
Admin : Redaksi


0 Komentar