Adventorial

Janji Bonus Tak Sesuai Ayi Suhaya Dukung Puluhan Atlet dan Pelatih Geruduk Kantor Pemkot Pasuruan

KOTA PASURUAN | SWARAKITA.COM – Gelombang kekecewaan melanda insan olahraga di Kota Pasuruan. Puluhan atlet berprestasi bersama jajaran pelatih dan dukungan Generasi Muda FKPPI menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Kota Pasuruan pada Senin (02/03/2026). Mereka menuntut kepastian terkait bonus prestasi yang hingga kini dianggap hanya menjadi "janji manis" pemerintah.

Orasi Kekecewaan: "Anggaran Efisiensi Hanyalah Dalih"

​Dalam orasi yang menggema di depan kantor pemkot, koordinator aksi, Ayi Suhaya, menegaskan bahwa alasan efisiensi anggaran yang kerap dilontarkan pemerintah hanyalah dalih untuk menghindari kewajiban. Menurutnya, pemerintah tidak sensitif terhadap realitas perjuangan para atlet yang telah bertaruh nyawa di lapangan.

​"Mereka berjuang habis-habisan untuk mengharumkan nama Kota Pasuruan. Ada yang luka, bonyok, bahkan sampai patah tulang. Namun apa yang mereka dapat? Hanya janji-janji palsu," teriak Ayi di tengah massa aksi.

​Ia juga mengkritik kinerja Walikota Pasuruan yang dianggap gagal mengapresiasi generasi muda berprestasi. Ayi bahkan menyentil slogan "Indonesia Emas 2045" yang dinilai mustahil terwujud jika bibit unggul bangsa justru dibohongi oleh pemimpinnya sendiri.

​Senada dengan Ayi, Wahyu, perwakilan pelatih atlet, membeberkan rincian bonus yang sebelumnya dijanjikan namun belum juga terealisasi:

  • Atlet Peraih Medali: ​Emas: Rp 30 Juta ​Perak: Rp 20 Juta ​Perunggu: Rp 10 Juta

  • Pelatih Peraih Medali: ​Emas: Rp 10 Juta ​Perak: Rp 5 Juta ​Perunggu: Rp 3 Juta

​"Itu semua hanya janji. Kami meminta agar bonus tersebut segera dipenuhi. Kasihan mereka yang sudah berjuang, malah dibohongi," ujar Wahyu dengan nada kecewa.

​Tak hanya menuntut pencairan bonus, massa juga mendesak aparat penegak hukum, termasuk KPK, untuk turun tangan melakukan penyelidikan jika ditemukan adanya dugaan praktik "kongkalikong" atau penyelewengan anggaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Pasuruan.

​Massa mengancam akan terus mengawal kasus ini hingga hak-hak para atlet dan pelatih terpenuhi secara tuntas. ( Tim )

Posting Komentar

0 Komentar