PASURUAN | SWARAKITA.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan sukses menyelenggarakan Festival Bluk Gebluk pada Sabtu malam (7/3/2026). Acara yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 H ini dipusatkan di Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi, Desa Rembang, Kecamatan Rembang.
Kegiatan bertema "Merawat Budaya, Menggerakkan Pariwisata" ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M. (Sekretaris Bidang Disbudpar Kabupaten Pasuruan)
Yudianto, SH., M.M. (Camat Rembang)
Zainul Arifin, S.Pd.I. (Ketua Lesbumi MWC NU Rembang)
Serta jajaran Kepala Desa, Kapolsek, dan perwakilan Danramil setempat.
Mengenal Bluk Gebluk: Warisan Ulama
Bluk Gebluk merupakan kesenian tradisional khas Desa Rembang yang unik karena hanya menggunakan bantal sebagai instrumen utamanya. Secara historis, alat musik sederhana ini digunakan oleh para ulama terdahulu sebagai sarana dakwah dalam menyebarkan agama Islam.
Sekretaris Bidang Disbudpar, Nurul Puspitaningrum, menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah nyata untuk penguatan identitas budaya lokal.
"Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan Bluk Gebluk sebagai identitas masyarakat menuju penetapan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB)," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa seluruh pembiayaan acara didukung penuh oleh pihak Disbudpar dan berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan skala yang lebih maksimal di tahun mendatang.
Apresiasi dan Harapan ke Depan
Camat Rembang, Yudianto, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival ini. Menurutnya, penggunaan bantal sebagai alat musik adalah hal yang luar biasa dan sangat layak untuk terus dilestarikan.
"Harapan kami, tahun depan festival ini tidak hanya mencakup tingkat kecamatan saja, tetapi juga melibatkan kecamatan lain namun tetap dengan Rembang sebagai tuan rumahnya," ungkap Yudianto.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Lesbumi MWC NU Rembang sekaligus pemilik Ponpes Roudlotul Hamdi, Zainul Arifin, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan pemerintah daerah yang telah memilih pondok pesantrennya sebagai lokasi acara.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival, pembagian door prize, dan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dengan aman, khidmat, dan kondusif.
Admin : Redaksi


0 Komentar